Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran menurut Joyce (Trianto, 2011:5) adalah “Suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain”.Model pembelajaran kooperatif dapat membantu peseta didik meningkatkan sikap positif dalam pembelajaran matematika. Sejalan dengan pendapat Sanjaya, Wina (2010:241)

Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan model pengelompokkan/Tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen). Sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok. Setiap kelompok akan memperoleh penghargaan, jika kelompok mampu menunjukkan prestasi yang di persyaratkan. Dengan demikian, setiap anggota kelompok akan mempunyai ketergantungan positif. Ketrgantungan semacam itulah yang selanjutnya akan memunculkan tanggung jawab individu terhadap kelompok dan keterampilan interpersonal dari setiap anggota kelompok. Setiap individu akan saling membantu, mereka akan mempunyai motivasi untuk keberhasilan kelompok, sehingga setiap individu akan memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi demi keberhasilan kelompok.

Dari pendapat tersebut, jelas bahwa pembelajaran kooperatif menekankan peserta didik pada perilaku bersama. Dalam bekerja sama yang bertujuan untuk saling membantu satu sama lain, menghormati pendapat orang lain, dan selalu bekerja sama untuk menambah pengetahuannya.

Roger dan David Johnson (Lie, Anita, 2008:31) mengemukakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap cooperative learning. Untuk mencapai hasil yang maksimal, lima unsur model pembelajaran gotong royong harus diterapkan:

1)   Saling ketergantungan positif

Keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha setiap anggotanya. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif, pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain dapat mencapai tujuan mereka.

2)   Tanggung jawab perseorangan

Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran Cooperative Learning, setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. Pengajar yang efektif dalam model pembelajaran Cooperative Learning membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing-masing anggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok bisa dilaksanakan.

3)   Tatap muka

Dalam pembelajaran Cooperative Learning setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan, memanfaatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan.

4)   Komunikasi antaranggota

Unsur ini menghendaki agar para pembelajar dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi, karena keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka. Keterampilan berkomunikasi dalam kelompok juga merupakan proses panjang. Namun, proses ini merupakan proses yang sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa.

5)   Evaluasi proses kelompok.

Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif.

Adapun langkah-langkah pembelajaran kooperatif menurut Ibrahim, Muslimin, et, al. (Trianto, 2011:48) adalah sebagai berikut:

Tabel 1

Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif

Fase

Tingkah Laku Guru

Fase -1

Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.

Fase-2

Menyajikan informasi

Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.

Fase-3

Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok kooperatif

Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.

Fase-4

Membimbing kelompok bekerja dan belajar

Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas-tugas mereka.

Fase-5

Evaluasi

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempersentasikan hasil kerjanya.

Fase-6

Memberikan penghargaan

Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu maupun kelompok.

Sumber: Ibrahim, Muslimin, et, al. (Trianto, 2011:48)

Menurut Slavin, Robert E (2010:257) mengemukakan “Pendekatan paling efektif terhadap manajemen kelas bagi pembelajaran kooperatif adalah menciptakan sebuah sistem penghargaan positif yang didasarkan pada kelompok”. Berikut petunjuk perhitungan skor perkembangan individu menurut Slavin, Robert E (2010:159) terdapat pada Tabel 2 sebagai berikut:

Tabel 2

Konversi Skor Perkembangan

Skor Kuis Individu

Skor Perkembangan

Lebih dari 10 poin di bawah skor awal

5 poin

10 hingga 1 poin dibawah skor awal

10 poin

Skor awal sampai 10 poin di atas skor awal

20 poin

Lebih dari 10 poin di atas skor awal

30 poin

Kertas jawaban sempurna (terlepas dari skor awal)

30 poin

Sumber: Slavin, Robert E (2010:159)

Pada model pembelajaran kooperatif supaya peserta didik lebih termotivasi dalam setiap pembelajaran, guru memberikan suatu penghargaan kepada kelompok-kelompok yang memiliki nilai yang memenuhi kriteria. Menurut Slavin, Robert E (2010:160) mengemukakan bahwa kriteria yang digunakan untuk menentukan pemberian penghargaan terhadap kelompok adalah sebagai berikut:

Tabel 3

Tingkat Penghargaan Kelompok

Nilai Rata-rata Kelompok

Penghargaan

15 poin

TIM BAIK

16 poin

TIM SANGAT BAIK

17 poin

TIM SUPER

Sumber: Slavin, Robert E (2010:160)

Keberhasilan pada pembelajaran kooperatif tergantung dari keberhasilan masing-masing individu dalam kelompok, dimana keberhasilan tersebut sangat berarti untuk mencapai suatu tujuan yang positif dalam belajar kelompok.

Daftar Pustaka:

Lie, Anita. (2008). Cooperative Learning. Jakarta : PT Gramedia Widiasarana.

Sanjaya, Wina.(2010).Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : PRENADA MEDIA

Slavin, Robert E. (2010).Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Terjemahan Narulita Yusron. Bandung: Nusa Media

Trianto. (2011).Model-model pembelajaran inovatif berorientasi konstruktivitis. Jakarta:Prestasi Pustaka.

About these ads

15 tanggapan

  1. hmmmm….

    pembelajaran kooperatif… mana saya tau heheheee…
    maklum kurang pendidikan… hee

    1. Apalagi aku sing gak pernah makan sekolahan mas.., malah ndak ngarti pisan euy.. :P

    2. kalau sudah baca, pasti bakalan tau dan mengerti.. hehe :D

  2. Wah.., embaknya ini sepertinya layak punya user di “GURARU” yang di pelopori oleh acer nih..

    Sips lah.. Lanjutkan.. :)

    1. makasih, sekedar ingin berbagi.. hehe :D
      GURARU itu apa mas??

  3. Konten yang bagus banget…kunjungan malam nee..di tunggu kunjungan baliknya hehe
    http://ipoenkblb.blogspot.com

    1. aduh kak,, maaf baru sempat dibalas..
      komentar kakak masuknya ke spam.. :(
      aku gak buka-buka spam.. :D

  4. hmmm terima kasih nona anggi, nambah lagi deh sedikit ilmu ;)

    1. sama-sama..
      semoga bermanfaat.. hee

  5. duh yisha pening baca ini, kakaaaaaaa………. :sad:

    1. Aku juga wktu nyusun’y pening ka..

  6. Yups harus kooperatif, biar ga susah diatur :P

  7. model pembelajaran memang idealnya harus gonta ganti sesuai materi dan sarana juga karakteristik siswa

    1. iya mba,, biar siswa tidak merasa jenuh dengan pembelajaran yang kita berikan.. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.198 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: