^_^

“Rifa, hari ini keluarga Yoke akan datang ke sini. Mama harp kamu bisa menemui mereka, soalnya mereka ingin sekali bertemu sama kamu.” Suara mama terdengar ketika aku sedang asyik menonton televisi.
Yoke adalah anak Om Roy dan Tante Teni sahabat mama dan papa waktu SMA. Mama dan Tante Teni ingin supaya aku jadian sama Yoke anak Tante Teni. Tapi aku tidak mau dipaksa, soalnya aku tidak tahu bagaimana Yoke itu. Ketemuan saja belum.
“Rifa, kok kamu masih di situ, cepetan mandi gih! Sebentar lagi mereka datang.”
“Apasih istimewa mereka sampai mama begitu semangat menyambutnya..” Ucapku sambil pergi ke kamar mandi.
“Yoke itu anaknya baik dan sopanm jadi mama minta supaya kamu menerimanya dengan baik pula.”
“Memangnya kenapa sih mam, setiap hari juga kan selalu ada tamu yang datang ke rumah kita, tapi mama tidak pernah bersikap seperti ini..” Tanyaku
Mama hanya tersenyum lalu duduk di hadapanku sambil berkata,
“Rifa, mama kan sudah bilang sama kamu, Yoke itu sangat mencintai kamu sejak melihat foto kamu.”
“Tapi kan aku belum pernah bertemu dengannya. Lagi pula aku tidak menyukai Yoke..” Aku memotong pembicaraan mama.
“Ya, kamu tidak menyukai Yoke karena kamu belum pernah bertemu dengannya, mama yakin kamu pasti akan menyukainya.
“Ya, tapi kan aku tetap tidak mau, dari namanya saja Yoke itu pasti kurus, pendek, dan pasti gayanya seperti permepuan..” Ucapku.
Mendengar ucapanku, mama tersenyum lalu pergi dan berkata, “Terserah kamu Rifa, tapi mama minta nanti kamu bertemu dengannya.”
Aku ingin sekali pergi dari rumah supaya aku tidak bertemu dengan Yoke. Aku pura-pura saja menelpon teman dan setelah kututup telponnya aku bilang sama mama, “Mam barusan Vina menelpon, katanya dia membutuhkan aku, jadi aku harus menemui dia sekarang.”
“Untuk apa?!” Tanya mama
“Mamanya Vina di rumah sakit dan Vina tidak ada teman untuk pergi ke rumah sakit, jadi dia memintaku untuk mengantarnya,” Jawabku terpaksa berbohong.
“Tapi hanya mengantar saja kan tidak sambil menunggu di rumah sakit?!”
Aku langsung menjawab iya, daripada aku tidak bisa keluar rumah.
Ketika aku keluar dari pagar rumahku, tiba-tiba ada sebuah sedan berwarna merah berhenti di depanku. Pintu sedan itu terbuka, ta lama kemudian keluar seorang lelaki bertubuh tinggi, tegap dan tampan.
“Apa benar ini rumahnya Pak Martin?!” Tanya lelaki bertubuh tinggi dan tegap itu.
“Iya benar, anda siapa ya?! Jawabku membalikan pertanyaan.
“Nak, kamu yang bernama Rifa kan?! Anaknya Pak Martin.” Tiba-tiba terdengar suara seorang perempua dari dalam mobil. Aku manggut tanda membenarkan pertanyaan dari perempuan yang duduk di dalam mobil itu. Tak lama kemudian mama keluar dari dalam rumah dan mempersilahkan perempuan yang terlihat sebaya dengan mama itu masuk. Dari situ aku bau tahu kalau ternyata lelaki tampan dan bertubuh tinggi itu adalah Yoke. Aku yang tadinya mau pergi jadinya memilih untuk diam di rumah. Ketika aku hendak membawakan minuman, mama berbisik, “Katanya Vina membutuhkanmu, kenapa kamu tidak membantunya?!” Ledek mama
Mendengar ledekan mama, aku hanya bisa tersenyum lalu berkata, “Yoke tampan ya..” 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: