Hadiah Terindah

Hampir setiap malam Rina menangis, merenungi nasibnya yang setiap hari selalu dimarahi oleh ibu tirinya. Tiga tahun yang yang lalu ibunya meninggal dunia karena sakit. Rina kini hidup bersama ayahnya, sejak kelas 6 SD. Ketika Rina masuk SMP ayahnya menikah lagi. Setiap kali ayahnya pergi, Rina selalu dimarahi oleh ibu tirinya.
“Rina.. Rina.. “ Teriak ibu tirinya Rina.
Rina yang sedang belajar sangat terkejut, lalu dengan segera Rina menghampiri ibu tirinya.
“Ya ada apa Bu?” Sahut Rina.
“Tolong kamu cuci baju-baju ini Rina!! Kalu sudah selesai kamu bersihkan semua perabotan rumah!” Perintah ibu tiri kepada Rina.
Dengan terpaksa Rina meninggalkan pekerjaannya yang suka menulis novel. Ibu tirinya tidak tahu kalau anaknya suka menulis.
“Andai saja ibu masih ada, pasti aku tidak akan menderita seperti ini.” Bisik Rina dalam hati.
Rina ingin sekali dia bisa membantah ibunya, tapi Rina takut dimarahi. Pernah suatu hari Rina tidak melaksanakan perintahnya, karena saat itu Rina mau pergi belajar kelompok di rumah temannya. Sepulangnya belajar kelompok, Rina langsung dimarahi dan bahkan dipukul oleh ibu tirinya.
Ketika Rina sedang membersihkan perabot rumah, Rina merasa kelelahan hingga akhirnya tana sengaja Rina memecahkan sebuah gelas kaca saat gelas tersebut sedang dilapnya.
Prek…
Gelas tersebut pecah dan Rina terkejut serta ketakutan.
“Rina kenapa kamu?!” Teriak ibu tirinya.
Rina hanya terdiam tidak bisa berkata.
“Haah.. Gelas itu.. Kenapa kamu pecahkan gelas mahal itu Rina?!” Bentak ibu tirinya Rina.
“Maafkan Rina Bu.. Rina tidak sengaja sedang mengelapnya tiba-tiba gelas itu pecah.” Jelas Rina gemetar.
“Kurang ajar kamu!” Ibu marah dan memukul Rina yang kemudian mengunci Rina di kamar mandi.
“Ampun Bu.. maafkan Rina..” Rina memelas meminta ampun.
Ibunya tidak menghiraukan ucapan anak tirinya itu. Seharian Rina tidak diberi makan. Ayahnya Rina tidak mengetahui apa yang dilakukan istrinya kepada anaknya, karena ayahnya jarang berada di rumah.
Belum sehari ayahnya Rina berada di rumah, sudah harus pergi lagi ke Jakarta.
“Rina.. kamu jaga ibumu ya!! Ayah mau pergi ke Jakarta selama satu bulan.” Ucap ayah sebelum pergi.
“Satu bulan?! Kok lama banget..” Sahut Rina.
Rina merasa takut sebab kalau ayahnya tidak ada di rumah, dia selalu disiksa oleh ibu irinya. Ibu tirinya Rina malah senang kalau suaminya sedang pergi, karena bisa menyuruh Rina mengerjakan semua pekerjaan rumah.
“Tadinya ayah mau ngajak kalian, tapi karena ibumu ada halangan tidak bisa ikut, jadi lebih baik kamu menjaga ibu saja di rumah.” Ayah menjelaskan kepada Rina.
Rina yang dari tadi dipelototin oleh ibunya, mencoba kuat di depan ayahnya. Ketika ayahnya bergegas ke luar rumah, di depan rumah ada beberapa orang.
“Apa beanr ini rumahnya Rina Amalia?!” Tanya wanita cantik bertubuh tinggi.
“Ya benar. Saya ayahnya dan ini anak saya Rina.” Jawab ayah sambil menunjuk Rina yang berdiri di sampingnya.
“Selamat atas keberhasilanmu Rina, novel kamu terpilih untuk dijadikan sebuah cerita film layar lebar.” Ucap wanita itu.
“Novel, menang, apa maksudnya Rina?!” Ayah terkejut dan belum mengerti.
Ayahnya Rina memang tidak mengetahui kalau anaknya seorang penulis novel. Rina hanya tersenyum kepada ayahnya.
“Ayah, selama ini Rina suka mengirim tulisan untuk ikut dilombakan, dan Rina pun tidak tahu kalau akan menang.” Aku Rina.
“Sekarang kami minta supaya Rina ikut kami untuk membereskan segala sesuatunya.” Ajak wanita itu.
“Ke mana?!”
“Ke Jakarta, karena kantor kami berada di Jakarta.” Jawab wanita cantik itu.
Rina sangat senang karena bias pergi bersama ayahnya.
Tanpa berpikir panjang lagi Rina langsung bersiap-siap dan bergegas pergi. Mereka pergi bersama-sama. Rina pergi naik mobil ayahnya, sedangkan wanita itu dengan mobil bersama rombongannya.
Ibu tiri Rina tinggal di rumah sendirian. Ayahnya Rina terpaksa meningalkan istrinya untuk diam di rumah. Selama di perjalanan Rina sangat senang bisa jauh dari ibu tirinya.

12 responses

  1. Salam hangat. Kunjungan pertamax.

    Kebetulan saya juga penelis cerpen. Saya suka cerpenmu… tema ibu tiri memang sering digunakan, kamu membuatnya berbeda. Ending yang bagus.

    Ma’af, boleh saya kritik sedikit kan!.

    Ketika Rina sedang membersihkan perabot rumah, Rina merasa kelelahan hingga akhirnya tana sengaja Rina memecahkan sebuah gelas kaca saat gelas tersebut sedang dilapnya.
    (tana -> tidak ,agak sulit dimengerti saat terjadi kesalahan ini. hehe)

    “Apa beanr ini rumahnya Rina Amelia?”, tanya wanita cantik bertubuh tinggi.
    (beanr -> benar ,pasti kamu kecepatan menulis)

    1. wuah, kegirangan cerpen aku disukai sama penulis cerpen.. hehehe😀
      makasihh,, makasih..
      hehehe,, iya aku kecepatan nulisnya, “tana” itu tadinya mau “tanpa”, tapi tidak “tidak” juga boleh deh.. hehe
      maaf, udah bikin bingung yang baca..🙂
      makasih kunjungannya..🙂

      1. Iya, sama-sama. Saya juga masih penulis cerpen amatir kok. Hehe…

    2. waaah, cerpenis lagi komentar tuh…..
      saya nyimak aja deh…..

      1. iya nih,, Lumayan dapat masukan.. hehe

      2. salam kenal Anggitaata….

  2. saya suka happy ending, Rina yang polos dan taat akhirnya mendapat ‘kejutan manis’ di akhir cerita.
    ini cerita buatan sendiri?
    salam kenal,🙂
    -riezka

    1. makasih..
      iya itu cerpen buatan aku sendiri yang ditulis waktu masih di bangku SMA..
      salam kenal juga, makasih kunjungan nya..🙂

      1. selamat memperbanyak tulisan.. menulis untuk menebar kebaikan.😀

      2. Iya kak..
        ditunggu slalu share nya di blog.

  3. bagus banget deh……………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: