Cemara Kita

Pohon cemara..
di tepi jalan yang biasa kita lalui,
kini tak lagi tampak asri,
seperti saat kita jalan bersama,
semuanya kelu, semuanya bisu
dan nampak luyu..
Senyumku tak lagi mampu ku ukir,
sejak kisah kita berakhir..

Masih bolehkah aku berharap,
asa darimu walau tidak lengkap.

Kembalilah kita ukir..
kisah kita yang sempat patah.
Merangkai kembali bingkai senyumku,
berharap cemara tak lagi layu.

9 responses

  1. Semoga embun yang turun malam ini akan meretih basah tiap ujung daun yang membuat segar kembali cemaramu kawan..

  2. wah,…………..manis!

    1. kaya guLa donk kak.. hehešŸ˜€

    2. kayak madu #uppst aku siapa kok nyelip2??

      1. Iya lah mau madu atau guLa juga yg penting manis.. hehe

      2. pemanis buatan juga manis, banget malahan. heeeeeeee

      3. manis banget tp gk sehat..

      4. hmmmm..
        kita kn bahas “manis” kl sehat tar ada bagian yg ngebahas itu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: